Ratusan Guru Non-Sertifikasi Terima Paket Ramadhan

Tidak banyak yang memperhatikan nasib guru Raudlatul Athfal (RA), Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD. Padahal selama pandemi Corona, mereka tidak lagi bisa mengajar yang pada gilirannya tidak mempunyai pemasukan. Dan LSPT memberikan perhatian kepada ratusan guru ini, khususnya kalangan non-sertifikasi.

Penyerahan bantuan paket sembilan bahan pokok atau Sembako untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 tersebut didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Jombang dengan memberikan kepada guru PAUD dan RA se-Kecamatan Diwek. “Acara dipusatkan di Jati Pelem dan dihadiri oleh ratusan guru, serta kami dapat menyalurkan setidaknya 170 paket,” kata Afif Abdur Rokhim.

Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi  dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang ada di kota santri. Dengan demikian sejumlah lembaga mendapatkan pembagian lokasi dan segmentasi sesuai kesepakatan.

“Kami mendapat kepercayaan untuk memberikan perhatian kepada guru non-sertifikasi baik di tingkat RA maupun PAUD,” jelas Direktur LSPT ini.

Dijelaskannya, bahwa selama ini warga yang kerap mendapat perhatian adalah mereka yang berada di jalanan. Sejumlah pihak dengan sangat mudah memberikan bantuan berupa takjil, Sembako dan sejenisnya, termasuk makan sahur. Karena memang mereka gampang dijumpai di jalanan.

Namun kondisi prihatin sebenarnya juga dirasakan guru non-sertifikasi. Karena seperti diketahui, beberapa bulan terakhir sekolah formal dan non-formal tidak boleh menggelar kegiatan belajar mengajar. Mereka yang mengandalkan pemasukan dari kehadiran tentu nasibnya tidak menentu. Sedikiit sekali lembaga pendidikan yang memberikan tunjangan lebih dalam suasana Ramadhan karena memang tidak ada kegiatan yang dilaksanakan.

“Karena itu, kami terpanggil untuk memberikan perhatian kepada para guru ini,” jelas Afif. Kegiatan juga dirasakan tepat sasaran lantaran kalangan ini turut terdampak Corona, di samping kalangan lain.

Senyum mengambang tampak terlihat dari wajah penerima paket. Mereka mendapatkan sejumlah bahan yang dapat dimasak saat pulang. “Baru kali ini saya menerima santunan, sungguh tidak banyak yang memperhatikan guru PAUD dan RA,” kata salah seorang penerima paket yang enggan disebutkan namanya.

Mewakili rekan guru lain, dirinya menjelaskan bahwa suasana tahun ini benar-benar harus mempertebal kesabaran dan pasrah. Dirinya tidak menyalahkan pemerintah atau siapa saja atas musibah yang saat ini melanda. Karena pasti tidak ada yang menginginkan kondisi seperti ini terjadi apalagi berlangsung dalam waktu yang demikian lama.

“Mau bagaimana lagi, suasana terjadi di luar prediksi. Siapa yang menginginkan keadaan seperti ini? Tentu saja tidak berharap, namun ketika datang Corona, maka harus bersabar dan tetap berusaha sekuat tenaga untuk bertahan,” ungkapnya. Tidak sedikit guru yang akhirnya mencoba aneka usaha untuk dapat menambah penghasilan meskipun akhirnya yang didapat tidak seberapa, lanjutnya.

Oleh sebab itu, dirinya menyampaikan banyak terima kasih kepada LSPT atas perhatian yang diberikan. Kalau melihat lokasi kantor di Tebuireng, tentu menggelar kegiatan di kawasan Jatipelem adalah pengorbanan dan perhatian yang layak diapresiasi.

“Mudah-mudahan perhatian dan bantuan yang diberikan mendapat balasan lebih baik dari Allah SWT. Kami juga akan terus mengingat lembaga ini dan bila kondisi normal nanti akan turut menjadi donatur, minimal menyisihkan uang saat ziarah ke makam Gus Dur,” pungkasnya. (Syaifullah)